Sekarang USB OTG (On The GO), sudah merupakan device yang umum diketahui dan dimiliki banyak pengguna smartphone. Beberapa tahun sebelumnya, saat smartphone android sedang menanjak, banyak orang berharap device android bisa menggunakan flashdisk atau flashdrive, layaknya pada USB komputer atau laptop. Pemikiran dasarnya �sama, cara cepat memindahkan data dari smartphone ke flashdrive atau sebaliknya.
Pada android 3.0 Honeycomb, device android mulai membuat kernel yang support dengan teknologi USB OTG, tetapi karena android Honeycomb lebih dikhususkan untuk tablet, dan port USB yang digunakan tablet berbeda dengan komputer, tidak banyak orang berpikir bahwa hal tersebut bisa dilakukan, melalui sebuah converter.
Saat smartphone android KitKat 4.4 telah umum digunakan, istilah USB OTG baru lebih banyak dikenal.
Sebuah converter USB OTG pada masa awal lebih berbentuk kabel, dengan kedua ujung berbeda mini USB to USB atau micro USB to USB, sebuah ujung mini atau micro untuk smartphone, dan ujung USB standar untuk flashdrive.
Tetapi karena kebutuhan USB OTG ini terus berkembang, akhirnya bermunculan flashdisk yang memiliki dual port, satu ujung untuk dipasang pada port smartphone, satu ujung lagi untuk port usb standar �ke komputer atau laptop.
Keberadaan dual USB flashdrive, atau sering disebut flasdisk USB OTG ini dirasa memudahkan, selain untuk meng-copy data dari dan ke smartphone, juga dianggap lebih simpel untuk men-transfer data dari smartphone ke komputer dibanding menggukan kabel data.
Banyak orang dalam memilih USB OTG flash drive, hanya berpaku kepada seberapa besar�kapasitas. Kemudian baru memilih bentuk yang sesuai, sekecil mungkin, agar ketika sedang terhubung dengan smartphone, flashdrive tidak terlalu panjang dan mudah tersenggol.
Sebenarnya disaat smartphone sudah semakin cepat sekarang, salah satu faktor penting yang harus dipikirkan dalam memilih USB OTG flashdrive adalah kecepatan.
Saat smartphone kekurangan memory, biasanya data yang besar ada didalamnya adalah foto, video, dan musik. Ini data yang paling cepat untuk di-copy dan dipindahkan tanpa bertalian dengan kinerja aplikasi. Ketika ratusan foto dalam sebuah folder dipindah sekaligus, kita baru sadar, flash drive yang lambat membutuhkan waktu lama untuk memindahkan data.
Sandisk Ultra Dual USB 3.0
Flashdrive USB OTG dari Sandisk ini menarik perhatian, pertama karena ukurannya kecil, dengan panjang hampir 3 cm dan lebar hanya 1.5 cm, kira-kira seukuran buku jari tangan. Tidak ada port USB baik micro maupun USB standard terlihat menyembul. Sebuah band metal membelit body flashdrive, yang bisa digunakan untuk menggantung atau mengaitkannya pada perangkat lain, misalnya menjadi gantungan kunci.�
Pada bagian atas terdapat tonjolan kecil slider yang bisa memunculkan masing-masing port tersebut bergantian, sebuah port micro USB untuk tersambung ke smartphone atau tablet, dan sebuah port USB berukuran standar dengan USB interface 3.0, untuk data transfer yang cepat pada komputer. Jika kita memperhatikan USB slot pada laptop atau komputer kita, biasanya jika port USB berwarna biru, berarti sudah mendukung USB interface 3.0 yang secara teori bisa 10 kali lipat lebih cepat dibanding standar USB 2.0. Slider untuk memunculkan port USB ini solusi yang lebih baik, dibanding sebua cap penutup yang sering disertakan pada sebuah flashdrive, karena mudah hilang.
Saat membeli, kita bisa memilih kapasitas yang dibutuhkan, 16GB, 32GB, 64GB atau maks 128GB. Standar kecepatan bacanya menurut spesifikasi up to 150 MB/s, untuk kapasitas 32, 64, dan 128 GB, sementara untuk kapasitas 16GB sedikit lebih rendah 130 MB/s.
Kecepatan tinggi ini yang tidak banyak menjadi standar flashdrive USB OTG �di pasaran.
Saat ini port standar kebanyakan smartphone memang masih berbentuk micro USB, tetapi sebagian smartphone baru sudah mulai berubah menjadi USB type-C. �Flashdrive USB OTG tetap bisa digunakan dengan menyambung nya menggunakan sebuah converter, baik converter micro USB to USB type-C, maupun converter USB ke USB type-C. Ketika converter ini digunakan pada Sandisk OTG, tidak ada perubahan kecepatan transfer, dan semua file tetap bisa dibaca dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar